Senin, 08 September 2008

HAL-HAL YANG PERLU ANDA PERHATIKAN DALAM TRADING

  • Pelajari cara trading dengan benar, terus latihan dengan "Virtual" Trading dulu sampai anda bisa trading dengan baik dan bisa meraih Profit. Baru dengan life forex jika anda sudah yakin bisa melakukan trading dengan baik dan memperoleh profit.
  • Lakukan order dengan nilai kecil dulu sampai anda benar-benar yakin dan bisa memperoleh Profit dengan baik baru dengan nilai yang lebih besar. atau anda bisa menambah modal dengan melakukan deposit lagi. Semakin besar nilai transaksi maka semakin besar pula peluang profit anda.
  • Perhatikan "MARGIN" anda. Sebaiknya anda melakukan trading dengan besaran 10%-20% saja dari nilai margin anda agar lebih fleksibel dalam melakukan strategi trading.
  • Waktu melakukan order yang cukup baik adalah saat sesi EROPA - USA atau sekitar jam 2-5 sore 7-10 malam, sebab pergerakan market biasanya cukup aktif,
  • Waktu-waktu trading sbb: mulai jam 4 pagi, 7 pagi sampai jam 2 siang biasanya market asia, australia dan newzealand , jadi biasanya yang cukup aktif adalah pair yang berhubungan dengan JPY, AUD dan NZD ( Sesi asia ini biasanya tidak terlalu pergerakannya). kemudian Sesi EROPA di mulai dengan Jerman jam 2.00 siang biasanya pair yang berhubungan dengan EUR , CHF dan GBP (jam 5 sore sesi London) yang cukup aktif apalagi jika ada news penting, Selanjutnya sesi USA dari jam 7.30 malam dan biasanya pergerakannya cukup cepat untuk semua pair sampai jam 10 malam.
  • Perhatikan Pula Jadwal News Yang akan keluar, sebab News Bisa Sangat Berpengaruh terhadap Market . tunggu dan lihat gerakannya tapi jangan lupa tetap pegang mode Candle stick. Anda bisa lihat jadwal news ( Untuk GMT +7 = WIB)
  • Jika anda serius ingin memperoleh income maka and bisa menambah modal sesuai kemampuan anda misalnya $100 atau lebih, Makin besar modal anda maka makin besar income yang bisa anda raih.
  • CONTOH: Jika anda memiliki modal $1000 dan bisa transaksi $100 sekali order, jika anda bisa memperoleh +100 pips saja seminggu, maka profit anda sekitar $100 juga, maka ini rasanya sudah cukup menutup biaya online, juga untuk biaya hidup. Anda tak perlu ngoyo melakukan trading, cukup menunggu saat yang tepat atau posisi yang terbaik saja untuk melakukan trading, jadi bisa meminimalisir resiko dan memperbesar peluang profit.
  • Forex adalah salah satu cara untuk memperoleh income yang legal dan bisa di ikuti siapa saja, marketnya akan terus eksis, tak perlu bersaing, menjual, merekrut dll, Yang penting Pelajari caranya dengan Baik dan benar maka akan bisa menjadi sumber income bagi anda untuk selamanya.
  • Anda harus serius dan Fokus dan rencanakan trading sesuai tips diatas sebab tak ada sesuatu yang bisa diraih dengan hanya iseng saja.
  • Sabar dan tunggu sampai order anda profit baru di close, Tips ini lebih didasarkan pada cara melakukan trading dengan Aman atau meminimalisir resiko sekecil mungkin.
  • Jadi prinsipnya Jangan close sebelum profit, dengan tips ini mungkin anda tidak bisa memperoleh profit besar dengan cepat, tapi lebih aman dari resiko loss/rugi .Sebab di Forex anda bisa profit besar tapi juga bisa loss/Rugi besar dengan cepat. Jadi minimalisir peluang kerugian agar anda bisa memperoleh profit.
  • LATIH KESABARAN, JAGA EMOSI DAN SELALU BERPEGANG PADA PLAN
  • JANGAN SERAKAH DAN INGIN CEPAT MEMPEROLEH PROFIT YANG BESAR SEBAB BISA MENJADI BUMERANG DAN RUGI BESAR.
  • akah anda ingin sukses atau hanya sekedar iseng saja, semuanya anda tentukan sendiri. Yang terbaik adalah anda pelajari cara tradingnya sampai anda benar-benar mahir sebab ini akan berguna selamanya.
  • Agar trading anda optimal, terutama bagi anda yang pake warnet, maka bisa perhitungkan berapa biaya yang anda keluarkan untuk akses internet

PERHATIAN UNTUK PEMULA:

  • Silahkan Berlatih dengan "Virtual Trading" dulu sampai anda bisa melakukan trading dengan baik dan benar serta bisa memperoleh Profit.

  • Jika sudah Bisa maka anda bisa melakukan Trading sesungguhnya "Live Trading" dengan Menggunakan dana/Modal $5 bonus yang anda peroleh

  • Jika anda bisa profit dan mengembangkan Bonus anda maka anda bisa menambah modal jika ingin memperoleh Profit yang lebih Besar dan Cepat, Bisa $10 $100 atau Lebih sesuai Kemampuan Anda.

  • Inilah Peluang Income yang bisa menjadi Sumber penghasilan yg tak kenal reses, fleksibel dan bisa anda lakukan dari mana saja.

  • sumber http://internet.marurat.com/

TIPS TRADING OTOMATIS DENGAN PENDING ORDER...!

Ada beberapa tips trading yang bisa anda ikuti yaitu berupa Tips AUTO TRADING , HEDGING dan Kombinasi Hedging:

  • Tips ini hanya dilakukan untuk satu Pair saja, terserah pair apa yang anda suka
  • Gunakan sekitar 10%-20% saja dari dana anda untuk setiap order
  • Anda tetap harus berpatokan pada Trend jangka panjangnya (Daily) dan mengetahui titik-titik support-pivot-resistant nya agar bisa memperkirakan titik-titik batas yang mungkin terjadi.

1. Tips automatic Trading tanpa perlu prediksi .

Tips ini berupa cara melakukan trading dengan pending order type Stop pada 1 pair saja dengan nilai order yang sama besar ( Misalnya pair GBP/USD dengan Quantity masing-masing 1000), biasanya cukup baik mulai menjelang Market buka Misalnya sekitar jam 2-3 sore ketika Market EROPA mulai buka dan pergerakan harga biasanya mulai besar ( Jika market tetap belum bergerak signifikan maka bisa dilakukan menjelang USA open jam 7.30 malam)
misalnya untuk pair GBP/USD dengan posisi bid :1.9420 dan offer: 1.9425 caranya sbb:

> Cara melakukan order otomatis tanpa Stop loss dan exit target sbb:

  • > Buatlah pending order type "Buy Stop" sekitar 15 pips diatas offer atau di: 1.9440
  • > Buatlah pending order "Sell Stop" sekitar 15 pips di bawah Bid atau di : 1.9405
  • > Anda juga bisa membuat "Sell Stop, Buy Stop" berdasarkan titik-titik Resistant-Pivot-Support seperti di bagian atas.

> Cara melakukan order otomatis dengan Stop loss (SL) dan Target Profit (TP):

  • Buat pending order type "Buy Stop" sekitar 15 pips di atas offer saat itu (di: 1.9445) lalu isikan Exit Stop loss nya sekitar -15 (di: 1.9405) dan Exit Target profit +30 sampai +50 ( mis di: 1.9475)
  • Buat pending order type "Sell Stop" sekitar 15 pips di bawah Bid saat itu (di: 1.9400) lalu isikan Exit Stop loss nya sekitar -15 (di: 1.9420) dan Exit Target profit +30 sampai +50 ( mis di: 1.9370)
  • Untuk teknik ini semua berjalan otomatis sebab telah disetting exit Stop loss dan target profitnya, walaupun ditinggal ofline amaka akan terclose sendiri oleh system jika terjadi order dan juga terjadi profit +30 atau terjadi loss -20. artinya jika profit maka anda akan memperoleh +30 pips tapi jika terjadi loss maka akan dibatasi hanya sampai -20 pips .
  • Untuk patokan Res-Pivot-Sup maka bisa setting SL atau TP nya seperti di bagian Res-Pivot-Sup.

SEdangkan untuk metode order tanpa Stop loss atau Exit Target profit maka:

Setelah market bergerak, Jika harga bergerak naik atau turun salah satu order anda akan tercapai dan ada 2 kemungkinan yang akan terjadi yaitu:
1. Jika harga bergerak lurus misal naik terus /turun terus maka salah satu order anda akan aktif. jika harga bergerak naik terus maka pending order "Buy Stop" anda akan aktif , dan kalau sudah profit bisa anda close, Lalu segera batalkan (Cancel) pending order "Sell stop" anda. sebaliknya Jika harga turun terus maka "sell stop" anda yang akan aktif dan bila sudah profit bisa anda close. Segera batalkan pending order"Buy stop" anda. untuk order pagi hari biasanya bisa di close pagi juga. atau jika tidak maka bisa sore atau malam..
2. Kemungkinan kedua jika harga bergerak naik-turun sehingga kedua pending order anda aktif maka akan terjadi minus (-35 pips) dan posisi order anda berlawanan arah ( Hedging), Posisi ini akan aman biar berapapun harga bergerak sebab jika 1 order profit maka order lain akan minus dan sebaliknya.
Jika terjadi seperti ini, anda harus menunggu sampai pasar bergerak cukup jauh menembus salah satu order. misalnya jika harga sudah naik cukup besar dan jenuh/ada tanda mau turun maka anda bisa close order "Buy" yang sudah profit, lalu tunggu order "Sell" anda sampai berkurang minusnya dan di close. yang penting adalah meminimalisir nilai minus/loss/rugi menjadi sekecil mungkin. Untuk kasus seperti ini bisa kita tunggu sampai sore atau malam sekitar jam 9-10 saat market biasanya mulai jenuh baru bisa close.

Anda juga harus pelajari kebiasaan yang terjadi misalnya range high-low dalam sehari (biasanya bisa kita lihat malam hari pukul 8-9 malam). Untuk GBP/USD biasanya rangenya sekitar 100 Pips atau lebih dan jika ada news besar kadang bisa sampai 200 pips. Setelah anda tahu high-lownya dalam sehari : Misal kedua order anda tersentuh dan market turun sehingga order buy anda mendapat profit maka bisa di close. dan sebagai antisipasi maka anda bisa membuat pending order kembali "Sell Stop" sekitar 10 pips di bawah titik "Low" hari tersebut. maksudnya jika harga masih terus menembus ke bawah maka akan terkunci kembali demi keamanan. Tapi bila tidak tersentuh dan harga berbalik arah maka anda bisa close order buy yang minus paling tidak jika bisa impas saja sudah bagus. Ini adalah langkah untuk meminimalisasi resiko.

KETERANGAN:

untuk jarak pending order bisa 15 pips sampai 40 pips tergantung pair yang anda pilih dan rangenya tiap hari. silahkan anda coba dulu dengan 15 pips atau 20 pips atau 30 pips. dan lihat hasil yang terbaik.

2. TIPS ORDER DENGAN METODE 2 ARAH ( HEDGING)

Tips ini dilakukan dengan langsung melakukan order "Buy dan Sell" secara bersamaan pada satu Pair dengan besar yang sama. Misalnya untuk GBP/USD di : bid: 1.9420 dan offer: 1.9425
> Buat order "Buy" pada titik offer 1.9425
> Buat order "Sell" pada titik Bid 1.9420

Maka kedua order anda aktif dan berlawanan arah dengan total minus -10 ( Karena Spread GU -5), Anda tinggal menunggu pasar bergerak sehingga salah satu order akan profit dan satu minus, kemanapun harga bergerak maka selisihnya akan tetap yaitu -10. Anda bisa menunggu sampai pergerakan harga jenuh dan ada tanda balik arah.
Misalnya jika harga naik terus dan sudah terlihat jenuh (Ada tanda mau turun) maka anda bisa close order "Buy" yang sudah Profit dan tunggu order"Sell" anda sampai berkurang minusnya lebih kecil dari profit yang anda dapat, baru bisa di Close.

Perhitungannya adalah jika anda bisa profit +100 point dan anda Loss/Rugi -80 point, maka anda tetap bisa profit 100-80 = 20 point.
Memang tidak besar tapi lebih aman, tak perlu prediksi dan bisa anda lakukan kapanpun, terutama jika pasar sideways/Naik turun saja.

  • Anda bisa gunakan patokan Resistant-Pivot-Support untuk menentukan saat-saat close order. misal jika naik anda close 5 pips di bawah resistant dan buat lagi antisipasi dengan buy stop sekitar 10 pips diatas resistant untuk berjaga-jaga jika harga masih menembus titik resistant.
  • Anda juga harus pelajari kebiasaan yang terjadi misalnya range high-low dalam sehari (biasanya bisa kita lihat malam hari pukul 8-9 malam). Untuk GBP/USD biasanya rangenya sekitar 100 Pips atau lebih dan jika ada news besar kadang bisa sampai 200 pips, Anda bisa memanfaatkan kebiasaan ini untuk membuat target profit. Misalnya anda setting taret profit (TP)= 100 pips sehingga walaupun anda tidak online maka akan terclose sendiri jika mencapai 100 pips profit dan saat anda online harus menunggu sampai Loss nya kurang dari 100 pips untuk di close.
  • Anda harus disiplin untuk melakukan close setiap hari agar mudah di pantau tiap hari. Setelah anda tahu high-lownya dalam sehari : Misal market turun sehingga order sell anda mendapat profit maka bisa di close. dan sebagai antisipasi maka anda bisa membuat pending order kembali "Sell Stop" sekitar 10 pips di bawah titik "Low" hari tersebut. maksudnya jika harga masih terus menembus ke bawah maka akan terkunci kembali demi keamanan. Tapi bila tidak tersentuh dan harga berbalik arah maka anda bisa close order buy yang minus jika sudah lebih kecil dari profit yang anda peroleh.

Waktu: Agar lebih Mudah maka anda bisa mulai order di pagi hari, Lalu di cek kembali malam hari sekitar pukul 7-9 malam sebab biasanya sudah terjadi range harian dan high-lownya.

3. TIPS KOMBINASI HEDGING

Jika anda sudah melihat kecenderungan pasar, misalnya trend hourly dan dailynya naik, lalu pada saat anda online trend juga masih terlihat naik atau sebaliknya, yang jelas anda sudah bisa melihat kecenderungan trend yang terjadi. maka anda bisa ambil order langsung sesuai trend dengan antisipasi order type Stop yang berlawanan misalnya:
> Jika anda merasa harga akan naik, maka bisa langsung melakukan order "Buy" dan sebagai antisipasinya anda bisa mengambil pending order "Sell Stop" sekitar 30-50 pips di bawah order Buy anda. Jika prediksi anda benar maka anda akan langsung profit dan bisa close ( Jangan Lupa Cancel "Sell Stop" nya). tapi jika salah maka pending order anda akan aktif dan mengunci posisi agar kerugian anda bisa di minimalkan, anda bisa terapkan langkah seperti pada Tips automatic trading langkah kedua.
> Jika anda prediksi harga turun, maka bisa langsung order"Sell" dan atisipasi dengan "Buy Stop" sekitar 30-50 pips di atas order sell anda. Jika harga memang turun terus dan profit maka anda bisa close ( Jangan lupa Cancel "Buy Stop" Nya), Tapi jika prediksi anda salah dan harga malah naik maka posisi akan terkunci. dan ikuti langkah seperti di bagian Tips Automatic Trading.

CATATAN:

Selain teknik diatas, masih ada beberapa hal yang berpengaruh pada pergerakan market misalnya NEWS Berupa Berita-berita ekonomi politik dll.

TIPS TRADING DENGAN NEWS.....!

Berita ekonomi, politik, bunga bank, bursa, harga emas, minyak, bencana alam dll bisa memiliki efek yang cukup besar pada pergerakan market. karena itu anda perlu berhati-hati pada saat ada berita yang akan keluar. Biasanya juga menjelang Bursa mulai buka pada jam jam: 7.00 - 8.00 WIB (Japan), Jam 2:00-3.00 Sore (EROPA), 4.00-5.00 sore (London), 7.00-8.00 Malam (USA). sebaiknya berhati-hati dan lihat efeknya terhadap market. Bagi yang sudah bisa memperkirakan efek news dengan baik maka bisa berpeluang meraih profit dengan cepat, tapi bagi anda yang belum ahli sebaiknya menunggu dan melihat efek yang terjadi jika ada jadwal News yang keluar agar bisa meminimalisir resiko. Anda bisa melihat data berita-berita secara langsung

Model grafik gunanya untuk membantu kita melihat pergerakan market, silahkan pelajari terlebih dahulu agar bisa memanfaatkannya untuk memperoleh akurasi yang baik dalam malakukan trading.

TIPS MELAKUKAN TRADING :: (Untuk GBP/USD)

  • Tips ini bisa dilakukan sekitar 30 menit-15menit Sebelum Bursa EROPA Buka (Sekitar jam 2 siang), terutama sebelum terjadi pergerakan yang sebenarnya(Range hari itu masih dibawah 50 point).

  • Range pergerakan harian GBP/USD biasanya antara 100-150 pips

  • Pada kondisi extrem bisa mencapai 200-300 pips

  • Gunakan 10%-20% dari margin anda untuk Leverage 1:100 ( Seperti Marketiva)

  • Gunakan 2%-5% dari untuk Leverage 1:400 (seperti Fxcast)

  • Tips ini hanya bisa dilakukan jika Broker anda memperbolehkan Hedging ( Marketiva boleh hedging jika account anda di bawah $1000)

  • Kami rekomendasikan Hanya untuk sekali transaksi setiap hari.

START MELAKUKAN ORDER:

Jika anda melihat kemungkinan trend GBP/USD akan naik( Misalnya software menunjukkan tanda akan naik)

  • Silahkan ambil posisi "Buy" (Type:Market) (misal 1 lot atau Untuk marketiva berdasarkan Quantity)

  • Setelah itu anda harus melakukan Pending Order "Sell Stop" sekitar 20 sampai 30 pips dibawah harga saat itu ( Dengan besar order yang sama)

  • Contoh: Buy GU di: 2.0720 dan Sell Stop di : 2.0690

Jika anda melihat Kemungkinan trend GBP/USD akan Turun

  • Anda bisa ambil posisi "Sell Order" (Type: Market)

  • Lalu anda harus melakukan pending order "Buy stop" sekitar 20-30 diatas posisi saat itu

  • Contoh : sell di: 2.0720 dan Buy stop di : 2.0750

Hanaya ada 2 kemungkinan yang akan terjadi:

1. Jika order anda sesuai dengan gerak pasar dan pending order anda tidak tersentuh (Tetap blom aktif),

  • Maka anda akan langsung memperoleh profit dan anda bisa close posisi yang profit tersebut

  • Anda juga harus melakukan Cancel atau delete pada "Pending Order" yang belum aktif.

  • Jika anda bisa terus online maka bisa terus mengawasi market dan melakukan Close jika merasa profit sudah cukup. misalnya +20 atau sampai +50 an

  • Jika anda ofline setelah melakukan order maka sebaiknya mengeceknya sebelum Market USA buka untuk close jika profit.

  • Kami hanya merekomendasikan trading sekali saja dan ulangi tips yang sama besok harinya

2. Jika ke 2 order anda aktif atau pergerakan market tidak sesuai perkiraan kita maka:

  • Anda bisa menungu sampai pergerakan matang dengan Range 100-150 pips sudah terjadi atau pada situasi extrim bisa anda lihat dari range harian sehari sebelumnya ( Juga bisa di dasarkan posisi support-pivot-resistant)..

  • Anda bisa close posisi yang profit ( Close Buy jika mendekati titik high hari itu atau close sell jika mendekati Low hari itu)

  • Atau jika anda melihat tanda pergerakan pasar mulai berbalik arah. maka bisa close posisi yang profit

  • Setelah itu maka anda harus menunggu posisi yang loss agar nilai lossnya lebih kecil dari profit yang anda peroleh

  • Lalu close posisi yang loss jika sudah lebih kecil atau sama dengan nilai profit

  • Contoh : Jika anda close +100 dan -90, Maka anda masih memperoleh +10

  • Resiko Terburuk jika anda tidak yakin dengan kapan harus close dan menunggu atau anda tidak bisa terus online, maka anda bisa close kedua order tersebut dengan Resiko anda mengalami Rugi antara -20 sampai -35 ( Kerugian yang anda derita bisa tetap di minimalisir)

  • Kami rekomendasikan anda untuk menutup semua order pada hari yang sama.

PERLU DI INGAT

  • Kami hanya rekomendasikan sekali order saja setiap hari dan dimulai saat market belum banyak bergerak/ sebelum market eropa.

  • Semua order harus di close pada hari yang sama untuk meminimalisir resiko

  • Anda bisa melakukan tips ini setiap hari.

  • Silahkan mencoba terlebih dahulu dengan Demo atau Virtual trading, Jika anda bisa memperoleh hasil yang bagus, maka anda bisa memakai cara ini dan jika tidak maka jangan di gunakan.

  • Kemampuan membaca trend dan feeling anda tetap sangat berperan disini.

TIPS TRADING DI MARKETIVA...!

MENSETTING GRAFIK DENGAN CANDLESTICK DAN EMA 5-21

Misalnya jika anda ingin trading pair EUR/USD maka silahkan Setting dulu CHART nya:

  • Klik kanan mouse anda pada Grafik di streamster, lalu pilih "Instrument" lalu pilih "EUR/USD" maka akan tampil grafik untuk EUR/USD ( Anda bisa pilih Pair apa saja yang ingin anda lihat grafiknya)

  • Klik kanan lagi pada grafik , lalu pilih "Timescale" dan pilih "Hourly" untuk menampilkan pergerakan dengan waktu 1 jam ( Anda juga bisa pilih yang lain mis 15 minutes dll)

  • Klik kanan lagi pada grafik, Lalu pilih "Style" dan pilih "Candlesticks", maka akan tampil model grafik berupa candle stick. Cara bacanya sbb: Jika Candelstick itu berwarna hitam maka artinya trend turun harga, jika berwarna putih trend naik harga.

  • Untuk timescalenya sebaiknya lihat yang "DAILY" terlebih dahulu, Jika daily menunjukkan trend naik maka cocok untuk order BUY, Jika yang hourly atau 15 menit menunjukkan turun sebaiknya tunggu sampai menunjukkan tanda naik untuk order BUY. Jika anda melakukan order sell yang melawan trend daily biasanya sangat beresiko. Jadi sebaiknya ambil order yang hourly/15 menitnya sesuai dengan Daily.

    Penting: Anda harus pelajari contoh2 candlestick yang bisa menunjukkan trend berikut:

    > Contoh Candlestick Style untuk trend Bullish atau Naik : KLIK DISINI

    > Contoh Candlestick style Untuk Trend Bearish atau Turun : KLIK DISINI

<*> CARA MENSETTING EMA 5 dan 21 di GRAFIK

Untuk Merperkuat melihat Trend Market bisa tambahkan EMA-5, EMA-21

Caranya SBB: Klik kanan pada grafik, lalu pilih "Indicators" dan pilih "Moving Average" sehingga muncul Form nya lalu isi seperti di bawah ini:

  • Untuk EMA-5 caranya: pilih di bagian "Type = Exponential" , di bagian "Period= 5" dan di bagian "Line colour" pilih warna Hitam.

  • Untuk EMA-21 caranya: pilih di bagian "Type= Exponential", di bagian "Period= 21" dan di bagian "Line Colour" pilih warna Biru

  • Jika Garis EMA-5 (hitam) memotong dari atas kebawah EMA 21 (Biru) candlesticknya berwarna hitam >maka trendnya adalah Turun/downtrend

  • Jika Garis EMA-5 (hitam) mulai memotong keatas & berada di atas Garis EMA-21(biru) dan candlesticknya putih berurutan>>> Maka Trendnya adalah NAIK atau uptrend.

  • Trend yang bisa di lihat dengan model EMA ini bisa untuk melihat trend jangka panjang tapi kadang agak terlambat daripada candlestick. dan kombinasikan dengan Style Candlestick maka bisa menghasilkan signal yang lebih baik.

<*> CARA MENSETTING STOHASTIC SLOW 10:3:3 :

Anda juga bisa menambahkan Stohastic slow untuk melengkapi grafik. Klik kanan di grafik lalu klik "Indicators" dan pilih "stohastic slow" dan buat periodenya 10 : 3 : 3 . Cara melihatnya cukup mudah : Jika garis stohastic berada di atas sekali dan mendekati garis batas lalu mulai ada tanda akan menurun ( 2 garis mulai memotong) maka menunjukkan kejenuhan dan menandakan akan terjadi penurunan ( saatnya order Sell ). Jika garis berada di bawah dan mendekati garis batas bawah maka menandakan kejenuhan dan akan kembali naik jika garis mulai menunjukkan arah naik dan mulai saling memotong ( saatnya Buy).

Setelah anda tahu trend pergerakan harganya maka anda bisa melakukan order sesuai dengan trend tersebut, misalnya jika trend sedang naik maka di rekomendasikan melakukan order "Buy" jika trend turun maka di rekomendasikan order "Sell".

<*> Tambahkan Bollinger Band

Klik kanan di grafik, pilih indicators dan Bollinger Band. Maka akan muncul 2 garis di bagian atas dan bawah dari grafik yang gunanya sebagai batas atas atau bawah pergerakan harga saat itu.

  • Jika market sedang naik turun ( biasanya jika tak ada news penting atau Bursa belum buka atau Pergerakan harian sudah matang) , maka biasanya kita bisa manfaatkan bollinger band ini untuk melakukan swing trading. cotoh: untuk hourly: jika candlestick menembus garis bollinger atas biasanya akan kembali turun (saatnya sell). Jika Candlestick menembus bollinger bawah biasanya akan kembali naik ( Saatnya Buy ).

  • Jika market mulai bergerak (Biasanya saat Open Bursa atau Ada news yang berpengaruh). jika harga dengan cepat menembus titik bollinger bawah dan bollinger band menunjukkan garis yang mulai melebar ke bawah maka anda harus hati2. Jika trendnya kuat turun maka saatnya untuk sell.

Resiko Manajemen Dalam Forex Trading


Forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai forex trading :
· Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
· Arus dana sangat cepat (very liquid)
· Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%
Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading.

Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

1. Cut loss
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Detail Kasus Lainnya:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah quantity 10000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820.
Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Profit dan Loss dihitung dengan rumus sebagai berikut

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 10000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 10000
Loss = -0.0025 x 10000
Loss = $-25 (Tuan A mengalami kerugian $25)

2. Switching
Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.

Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

Contoh kasus

Mr. X memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.

Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan ? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang Dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.

Tips Untuk Anda:
* Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihi
nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.
* Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan
prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian
2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 30000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 30000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 30000
Loss = -0.0025 x 30000
Loss = $-75 (Tuan A mengalami kerugian $75)

Kemudian Tuan A menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tn. A membuka posisi Sell dengan Quantity sebanyak 20000 pada 1.8820. Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8730. Pada akhirnya Tn. A menutup posisinya pada 1.8740. Tuan A mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 - 1.8740 = 0.0080)

Profit/Loss = (1.8820 - 1.8740) x 20000
Profit = 0.0080 x 20000
Profit = $160

Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
Trading I = -$75
Trading II = $160
Laba = $160 - $75 = $85 atau Rp765.000,- ($1 = Rp 9000)

3. Averaging
Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Contoh Kasus
Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Mr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan
hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity
20000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa
melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu
dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825.
Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 dengan jumlah
10000. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900.
Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :

Posisi I :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8850) x 200000
Profit = 0.0050 x 20000
Profit Posisi I = $100

Posisi II :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8825) x 10000
Profit = 0.0075 x 10000
Profit Posisi II = $75

Jumlah Profit kedua posisi : $160 + $75 = $235 atau Rp2.115.000,- ($1 = Rp9000)

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Yang penting Anda belajar dan belajar terus

Analisa Fundamental


Dasar penganalisaan secara Fundamental adalah informasi/berita (news) yang berasal dari :
1. Instansi Resmi/Pemerintah
2. Media cetak/elektronik
3. Perorangan
Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut. Dasar penganalisaan secara Fundamental adalah informasi/berita (news) yang berasal dari :
1. Instansi Resmi/Pemerintah
2. Media cetak/elektronik
3. Perorangan
Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut.

Sifat berita Fundamental dikelompokan menjadi dua yaitu :

1. Berita Permintaan bersifat Bullish
Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun, namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya, yaitu menanduk, lalu dilemparkan keatas).
Contoh berita bersifat Bullish dari Reuter/media cetak :
- Cuaca buruk/storm/unfavourable,
- 3 – 6 conseccutive (berturut-turut) days up/firmer (menguat)
- Triggered Buying, Bottomside/bottomout , Buying Power, dll

2. Berita Penawaran/Supply bersifat Bearish
Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan naik, namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting).
Contoh berita bersifat Bearish dari Reuter/media cetak:
- Cuaca baik/favourable, 3-6 consecutive days down/easier (melemah)
- Lack of Demand (Kekurangan Permintaan)
- Triggered Selling, Topside capped (Puncak sudah tercapai), Harvesting
- Selling Power, Ample of stock (Stok melimpah),dll.

Faktor-faktor yang mempengaruhi analisa secara fundmental
  • Analisa:
  • Ekonomi
  • Politik
  • Keamanan (global, regional, negara)
  • Penentu:
  • Kecepatan memperoleh informasi
  • Sumber informasi
  • Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)
Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS

No. Economic Indicator Naik / Turun US$
1 Average Earning Naik Menguat
2 Balance of Payment Naik Menguat
3 Budget Deficit
Turun Menguat
4 Business Inventories
Turun Menguat
5 Capacity Utilization Naik Menguat
6 Car Sales Naik Menguat
7 Chicago PMI (Purchasing Management Index) Naik Menguat
8 Constuction Spending Naik Menguat
9 Consumer Confidence Index (CCI) Naik Menguat
10Consumer Credit (CI) Naik Menguat
11 Consumer Price Index (CPI) Turun Menguat
12 Consumer Spending (Expenditure) Turun Menguat
13 Cost of Living Naik Menguat
14 Current Acount Turun Menguat
15 Corporate Profit Naik Menguat
16 Deflasi Naik Menguat
17 Discount Rate Naik Menguat
18 Durabel Goods Orders Naik Menguat
19 Econimic Monetary System (EMS) Naik Menguat
20 Factory Orders Naik Menguat
21 Federal Budget Naik Menguat
22 Federal Reserve Fund Naik Menguat
23 Gross Domestic Product (GDP) Naik Menguat
24 Gross National Product (GNP) Naik Menguat
25 Housing Start Naik Menguat
26 Industrial Productions Naik Menguat
27 Invisible Trade Turun Menguat
28 Jobless Claims Naik Menguat
29 Leading Indicator Naik Menguat
30 Money Supply (M1, M2, M3, M4) Naik Menguat
31 National Association Naik Menguat
32 (NAPM) Naik Menguat
33 Non Farm Payrolls Naik Menguat
34Personal Expenditure Naik Menguat
35 Personal Income Turun Menguat
36 Prime Rate Naik Menguat
37 Product Price Index (PPI) NaikMenguat
38 Public Sector Debt Repayment Naik Menguat
39 Retail Sales Turun Menguat
40Trade Balance Naik Menguat
41 Trade Devicit Turun Menguat
42Trade Weighted Index Turun Menguat
43 Unemployment Rate Turun Menguat
44 Unit Labour Cost Naik Menguat
45 Value Added Tax Naik Menguat
46 Visible Trade Naik Menguat

Keuntungan
  • Mudah
  • Dapat menentukan harga secara global
  • Penentu trend jangka panjang (long term)
  • Pada kasus tertentu efektif untuk short term trading
Kelemahan
  • Tidak bisa menentukan secara eksak
  • Memakan banyak waktu
  • Subyektif, terlalu banyak asumsi yang dipakai
Saran : Perhatikan hanya berita-berita yang sifatnya sangat kuat pengaruhnya terhadap perubahan mata uang. Ex: Payroll, teroris, perubahan suku bunga.